Bisnis Rental Pikap di Mojokerto Tak Kenal Pandemi Covid-19

14 May 2022, 13:07

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemilik jasa rental atau penyewaan kendaraan bak terbuka (pikap) di Mojokerto tetap ramai. Meskipun pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 lalu, persewaan pikap tak berimbas, bahkan ramai saat Lebaran 2022 lalu.

google.com, pub-9591068673925608, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Salah satunya milik Duwik Danang (40). Warga Dusun Gedang Klutuk RT 4 RW 9, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto yang memulai usahanya dari catering sang istri, Dwi Lestari (38) tahun 2016 lalu, kini sudah memiliki empat mobil pikap untuk disewakan.

Persewaan pikap dengan nama Jeng Ayu Trans ini tak pernah sepi pesanan. Seminggu jelang Lebaran 2022, ia terpaksa menolak sejumlah permintaan pelanggan lantaran pikap miliknya sedang melayani pelanggan lainnya. Seperti para pengrajin sandal, sembako, buah, krupuk rambak, mebel dan lainnya.

“Satu minggu sebelum Lebaran ramai disewa untuk pendistribusian pengrajin sandal. Rambak sampai satu minggu full, sebelum hari H mebel juga masih ramai. Saya sewakan per hari, lepas tanpa sopir. Rata-rata mereka sewa untuk satu sampai tiga hari,” ungkapnya, Sabtu (14/5/2022).

Masih kata Danang, sewa pikap di tempatnya dibandrol dengan harga Rp 250 ribu per hari. Pengiriman terjauh Banyuwangi dan Yogya. Ia selalu memposting atau membuat status promosi atau pemberian lewat media sosial untuk mempromosikan kendaraannya.

“Promosi di FB, Instagram. Punya grup rental, rata-rata mobil pribadi yang disewakan tapi saya pikap sendiri. Jadi setiap hari update status, ada berapa armada yang masih ready. Sehingga pelanggan bisa mengetahui armada masih ada apa kosong. Kalau kosong biasanya pelanggan saya arahkan ke yang lain,” katanya.

Karena ia memiliki grup untuk jasa rental di Mojokerto sehingga ia dan anggota lainnya berbagi orderan. Sehingga saat kendaraan di tempatnya kosong karena disewa, ia menyarankan sewa di tempat lain. Begitupun sebaliknya, saat tempat lain kosong biasanya diarahkan ke tempatnya.

“Lempar order, kerja sama dengan teman-teman rental lainnya jadi berbagi rejeki. Pandemi, tidak ada pengaruh di tempat saya. Masih ramai meski sempat ada PPKM tapi tidak berpengaruh. Tahun ini luar biasa, progres naik karena pandemi mulai mereda dan pemerintah mengizinkan mudik Lebaran,” katanya.

Danang menceritakan awal mulai ia mengeluti usaha persewaan pikap. Tahun 2016, ia membeli sebuah mobil untuk menunjang kebutuhan istrinya yang buka catering. Dari usaha tersebut, ia memiliki cita-cita untuk membuat food truck. Namun tidak didukung Sumber Daya Manusia (SDM).

“Akhirnya jadi persewaan pick-up tapi catering masih ada sampai sekarang, usaha istri. Pikap pertama saya beli tahun 2018 tapi secara kredit, sekarang ada 4 armada. Ini cicilan masih Rp20 juta per bulan. Saya sewa pikap tanpa sopir, kalau ngomong risiko semua pekerjaan ada risiko,” ujarnya.

Namun ia menilai jika risiko lebih besar di persewaan mobil pribadi daripada pikap. Ia menceritakan pernah pikap miliknya disewa dan berujung penipuan karena pikap yang ia sewakan justru digadaikan oleh penyewa warga Kabupaten Jombang pada tahun 2018 lalu.

“Tahun 2018 awal, digadaikan. Dipinjam orang Jombang untuk pengiriman buah ke Malang, kontrak bulanan. Rencana sebulan waktu itu tapi saya dikasih info dari teman jika pikap saya digadaikan. Waktu itu saya kredit 4 tahun, baru cicilan 2 tahun. Ini pikap awal yang saya tahun 2016 katering awalnya,” ceritanya.

Karena ia memiliki grup jasa rental sehingga ia menemukan keberadaan pikap miliknya. Dengan cara kekeluargaan akhirnya pikap miliknya bisa kembali sebulan kemudian sehingga tidak sampai urusan dengan pihak kepolisian. Sehingga dari pengalaman tersebut ia lebih berhati-hati.

“Akhirnya ketemu informasi dari teman tetangga sesama rental, digadaikan ke orang. Akhirnya kembali secara kekeluargaan, sebulan kemudian. Ternyata yang sewa itu pemain, dilaporkan yang lain juga. Itu risiko rental. Alangkah baiknya pakai GPS sehingga kita tahu keberadaan armada kita,” tuturnya.

Sales salah satu produsen rokok ini memberi syarat kepada penyewa jika ingin menyewa pikap di tempatnya. Yakni dengan jaminan Kartu Tanda Penduduk (KTP), share location rumah penyewa yang kemudian ia lakukan servei terlebih dahulu. Setelah itu, penyewa menjaminkan sepeda motor dan pikap baru bisa dibawa beserta uang sewa. [tin/but]


https://beritajatim.com/ekbis/bisnis-rental-pikap-di-mojokerto-tak-kenal-pandemi-covid-19/

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi