Bukan Rumah Makan, Menteri Desa Lebih Pilih Bersantap di Warung Bakso Pasar Jember

1 April 2022, 12:45

Jember (beritajatim.com) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar baru saja menunaikan Salat Maghrib, saat Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Ayub Junaidi menjemputnya di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (31/3/2022) malam.

Ayub hendak menjamu Gus Halim, sapaan akrab sang menteri, untuk makan malam. Dia tahu Halim pasti lapar, setelah seharian sibuk dengan sejumlah agenda dalam kunjungan kerjanya ke Jember.

Tak hanya bertemu Bupati Hendy Siswanto di Pendapa Wahyawibawagraha, Halim juga menguji gelar doktoral di Universitas Islam Negeri KH Achmad Shiddiq, berziarah ke makam Mbah Siddiq, makam Mbah Muchit Muzadi, bertamu ke rumah KH Muhyiddin Abdussomad di Pondok Pesantren Nurul Islam, dan meletakkan batu pertama pembangunan gedung Business Center Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum di Kecamatan Pakusari.

Mulanya Ayub hendak mengajak pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jatim itu ke salah satu restoran terkenal di Jember.

“Maunya saya ajak ke Rumah Makan Lestari atau Rumah Makan Cianjur, tapi beliau malah bilang ingin makan di daerah Kecamatan Rambipuji,” kata Ayub.

Ayub tak bisa membantah. Ia sangat tahu kebiasaan Pak Menteri.

“Kebiasaan beliau cari makan yang biasa-biasa saja,” katanya.

Berangkatlah Halim dan istrinya, Lilik Umi Nashiah, ke Rambipuji yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Aston, dengan ditemani Ayub dan beberapa pejabat Kementerian Desa. Halim sepertinya tahu hendak ke mana: sebuah kedai bakso solo di pasar Rambipuji.

“Mungkin beliau lihat-lihat di Google, cari bakso eh munculnya di sana. Tapi memang kebiasaan Gus Halim sering cari makanan pedagang kaki lima,” kata Ayub.

Ini makanan murah meriah. Semangkuk bakso halus Rp13 ribu, bakso telur Rp15 ribu, dan bakso urat Rp15 ribu. Halim memesan bakso campur plus segelas teh hangat. Aroma kuah bakso panas menguar, menerbitkan selera. “Mantap juga baksonya,” katanya.

Ayub tersenyum. “Semua bakso Solo di Jember enak,” katanya.

Bakso Solo menjadi penutup manis kunjungan Halim ke Jember hari itu, setelah sebelumnya dalam pertemuan dengan Bupati Hendy Siswanto yang membahas kemitraan budidaya pisang cavendish berjalan sesuai harapan.

“Saya tawari pisang cavendish dan arahnya ekspor. Ekspornya sangat besar. Kemarin saya mendampingi Pak Wakil Presiden panen di Ponorogo. Ini saya bawa ke Jember untuk peningkatan kesejahteraan keluarga petani,” kata Halim. [wir/beq]


https://beritajatim.com/peristiwa/bukan-rumah-makan-menteri-desa-lebih-pilih-bersantap-di-warung-bakso-pasar-jember/

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Transportasi