Daging Ayam Ras Rp45.000 per Kilogram, Pedagang: Pengunjung Nggak Jadi Beli

2 April 2022, 15:06

Daging Ayam Ras Rp45.000 per Kilogram

IDXChannel – Pedagang daging ayam potong mengeluhkan turunnya daya beli masyarakat jelang puasa. Disebut-sebut hal itu karena tingginya harga ayam potong yang tembus Rp 45.000/kg.

“Banyak yang ngeluh soal harga. Karena naik, banyak yang pulang lagi atau istilahnya nggak jadi beli. Apa-apa sekarang serba naik juga,” kata Uci saat ditemui MNC Portal di Pasar Mangunjaya, Bekasi, Sabtu (2/3/2022).

Dia menuturkan, harga ayam potong sebelumnya dibanderol Rp 35.000/kg, namun jelang puasa harga melonjak Rp 10.000 sehingga bisa tembus Rp 45.000/kg. Ia berharap meski harga merangkak naik, Ramadhan dan Idul Fitri bisa menjadi momentum meningkatkan penjualan. 

“Mudah-mudahan puasa tahun ini bisa naikin penjualan lah. Nggak kaya tahun lalu. Sekarang kan udah dikasih pelonggaran,” ucap Uci.

Sebelumnya, Kepala Pusat Ketersediaan Pangan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Andriko Noto Susanto dalam diskusi virtual mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan harga yang melonjak drastis pihaknya terus memonitor membangun early warning agar hingga Idul Fitri harganya tidak semakin melojak.

“Early warningnya sudah kita bangun. Seperti sekarang ini sebenarnya early warning daging ayam sudah mulai agak naik,” imbuhnya. 

Dia menjelaskan, tiap tahun tren harga barang pokok pada dasarnya hampir sama. Yang membedakan hanya delta harganya. 

“Kita memonitor harga ini sudah bertahun-tahun. Tren harga pada tahun ini, dengan tren harga pada tahun lalu itu kecenderungannya sebenarnya hampir mirip. Menjelang hari lebaran nanti biasanya daging ayam yang harganya cenderung akan naik,” beber Andriko. 

(NDA)


https://www.idxchannel.com/economics/daging-ayam-ras-rp45000-per-kilogram-pedagang-pengunjung-nggak-jadi-beli

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi