Dituding Sekap Pegawai, Begini Bantahan Juragan Sembako di Malang

2 April 2022, 17:13

Dituding Sekap Pegawai, Begini Bantahan Juragan Sembako di Malang

Malang (beritajatim.com) – Pemilik toko sembako di Kabupaten Malang, Jawa Timur, F, buka suara soal tuduhan penyekapan pegawainya. Dia tegas membantah tudingan seperti yang dilaporkan ke Polres Malang.

Kuasa Hukum F, Hatarto Pakpahan, menyatakan tudingan yang dilayangkan dalam laporan ke polisi tidak tepat. Dia menegaskan tidak terjadi penyekapan seperti yang dituduhkan.

“Kalau dalam laporan itu dikatakan disekap, kami tidak setuju. Sebab di dalam perundang-undangan, kalau penyekapan itu adalah merampas kemerdekaan seseorang,” ujar Hartarto saat mendampingi F menyampaikan klarifikasi ke Polres Malang pada Jumat kemarin.

Menurut Hartarto, masalah ini bermula ketika GR yang merupakan pegawai F menggelapkan hasil penjualan sembako. GR pun mengakui perbuatannya dan berjanji mengembalikan uang tersebut dengan cara dicicil.

Ternyata, GR juga punya utang kepada sejumlah pelanggan. Karena tak juga dibayar, sejumlah pelanggan mencari GR untuk menagih uang mereka.

Karena situasinya pelik, GR bersama suaminya diminta tinggal di rumah F selama 10 hari. Keduanya ditempatkan di salah satu kamar milik F.

“Namun, karena GF dan suaminya ini sering bercanda di dalam kamar, sehingga dianggap mengganggu rumah tanggal F, maka ketika malam kamar tersebut dikunci. Paginya F kembali membuka pintunya,” ujarnya.

“Di dalam kamar itu, juga ada beberapa ventilasi, seperti jendela dan lubang besar di langit-langit. Sehingga, kesempatan untuk keluar sebenarnya terbuka lebar,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pegawai toko di Kabupaten Malang mengaku disekap oleh majikan berinisial F (40), akibat tak memenuhi target penjualan. F menuduh sang pegawai ini menggelapkan uang hasil penjualan.

Alhasil GF pun mendatangi Polres Malang bersama kuasa hukumnya mengadukan kepada Polres Malang pada Selasa (29/3/2022). Pegawai toko grosir sembako di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini melaporkan sang majikan atas dugaan tindak pidana yang melanggar Pasal 330 KUHP.

Selama menjadi pegawai toko GF ditarget dengan jumlah penghasilan Rp40 juta. GF telah bekerja di toko grosir sembako tersebut sejak tahun 2020 saat masih berusia 16 tahun. (yog/beq)


https://beritajatim.com/hukum-kriminal/dituding-sekap-pegawai-begini-bantahan-juragan-sembako-di-malang/

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi