Gakkum KLHK Amankan 7 Tersangka Kasus TPS Liar di Bekasi-Tangerang

1 April 2022, 21:53

Gakkum LHK Tindak Pelaku Pembuangan Sampah Ilegal di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang

Jakarta

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendalami sejumlah kasus tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang. Dari kasus tersebut, pihak Gakkum KLHK tengah menangkap sejumlah orang yang melakukan tindakan ilegal di dua daerah tersebut.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani mengatakan untuk kasus di Kabupaten Bekasi pihaknya mengamankan dua tersangka berinisial ES (47) dan A (52). Keduanya terbukti melakukan tindakan pidana terkait pengelolaan sampah ilegal dan telah menahannya di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

“Jumlah sampah ilegal di lokasi ini diperkirakan mencapai 508.776 meter kubik. Sampah-sampah ini dibuang di bantaran Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan luasan lebih kurang 3,6 hektar,” kata Rasio dalam keterangan tertulis, Jumat (1/4/2022).

Sementara itu, Gakkum KLHK pun turut mengamankan 5 tersangka lainnya di Kota Tangerang. Kelima tersangka tersebut diduga mencemari bantaran Sungai Cisadane dengan sampah yang terkontaminasi limbah B3.

“Lokasi ini berada di Bantaran Sungai Cisadane. Berdasarkan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi, penyidik Gakkum KLHK telah menetapkan T (43), MS (59), dan G (52) sebagai tersangka,” jelasnya.

Rasio Ridho menjelaskan penetapan sejumlah tersangka ini merupakan wujud dari upaya KLHK untuk mencegah terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.

“Pengelolaan sampah ilegal tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai terjadi seperti peristiwa meledak atau runtuhnya Tempat Pengolahan Akhir (TPA) di Leuwigajah Cimahi pada tahun 2005 yang telah menelan korban lebih dari 150 jiwa,” jelasnya.

Melalui aksi ini, Rasio Ridho berharap agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan pengolahan atau pembuangan sampah ilegal. Sebab berdasarkan Pasal 98 dan/atau Pasal 99 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, penanggung jawab dan/atau pelaku pengelolaan sampah ilegal diancam hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp 15 miliar.

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK Yazid Nurhuda menuturkan hal serupa. Menurutnya, KLHK akan terus melakukan pengembangan dan penyelidikan dari dua kasus tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dan bertanggung jawab pada aksi tersebut.

“TPA sampah ilegal di kabupaten Bekasi merupakan pengaduan masyarakat yang langsung ditujukan ke KLHK. Dari proses penyidikan, berita acara dan saksi, diketahui tersangka A memiliki motif ekonomi yaitu mengutip uang dari hasil pembuangan sampah ilegal. Dengan motif ekonomi tersebut, kami sudah meminta penyidik untuk terus mendalami penyidikan kasus ini. Penindakan kasus tidak berhenti pada tersangka ES maupun A. Menurut kami, masih ada pihak-pihak terlibat dan patut dimintai pertanggungjawaban, ” kata Yazid Nurhuda.

Sementara itu, Direktur Penanganan Sampah Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK Novrizal Tahar menyampaikan bahwa upaya penegakan hukum terkait pengelolaan sampah adalah langkah penting yang harus dilakukan.

Sebab hal itu sesuai dengan amanat presiden yang menargetkan Indonesia Bersih Sampah 2025 melalui pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2025. Target tersebut ditetapkan melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota.

“Dalam rangka penegakan hukum ini pastinya akan memberikan efek jera yang sangat ampuh, sehingga apa yang ditargetkan oleh Bapak Presiden terkait pengelolaan sampah 100% tercapai di tahun 2025,” tutupnya.

(akd/ega)


https://news.detik.com/berita/d-6012409/gakkum-klhk-amankan-7-tersangka-kasus-tps-liar-di-bekasi-tangerang

Media

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi