Incar Momen Lebaran, Industri Tekstil Domestik Dihantui Serbuan Produk Impor

1 April 2022, 18:07

Incar Momen Lebaran, Industri Tekstil Domestik Dihantui Serbuan Produk Impor

IDXChannel – Momen Ramadan dan Lebaran 1433 H diyakini bakal menjadi titik balik yang dapat membantu para pelaku industri tekstil domestik beranjak pulih dari tekanan akibat pandemi COVID-19. Sayang, di tengah optimisme tersebut, muncul sejumlah kekhawatiran tentang serbuan produk tekstil impor yang kerap membanjir saat momen Ramadan dan Lebaran tiba.

“Kami dengar barang impor sudah mulai masuk. Nah itu pasti ilegal, karena pemerintah sudah keluarkan safeguard. Safeguard itu bea masuknya sangat tinggi, sehingga kalau legal, paling mungkin (masuk) ke pasar high end yang harga kainnya sampai Rp500 ribu per pcs. Tapi kalau (harga jualnya) Rp50-100 ribu, nggak mungkin bisa masuk, kecuali dia ilegal,” ujar Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSBFI), Redma Gita Wirawasta,dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Jumat (1/4/2022).

Padahal menurut laporan yang diterimanya dari anggota asosiasi, Redma menyebut bahwa permintaan produk tekstil sejauh ini sudah meningkat signifikan. Bahkan sudah banyak dari para pelaku tekstil dalam negeri yang tak ragu berinvestasi mesin baru atau menambah mesin produksi seiring dengan banyaknya pesanan yang datang jelang Lebaran.

“Di pasar domestik sudah ada pelonggaran aktivitas. Daya beli juga sudah mulai kembali pulih. Pemerintah juga sudah keluarkan kebijakan seperti safeguard garmen dan kain. Ini membuat industri kita bergerak dari hulu sampai hilir kembali normal, bahkan ada beberapa perusahaan pembuatan kain mulai melakukan investasi mesin baru,” tutur Redma.

Sementara itu, Redma membeberkan, kenaikan utilitas kapasitas produksi di sektor hulu pada rayon juga meningkat hampir 95 persen, padahal biasanya hanya sekitar 80 persen. Kemudian di segmen polyester juga meningkat sampai 85 persen, dari yang biasanya masih di bawah 70 persen. “Artinya peningkatan yang sama juga terjadi pada sisi hilirnya. Jadi, baik di hulu sampai di hilir, ada peningkatan signifikan,” ungkap Redma.

Karena itu, Redma sangat berharap pemerintah mau segera turun tangan untuk menertibkan produk-produk impor ilegal di pasaran sehingga tidak mengganggu momentum pemulihan industri tekstil yang mulai terjadi ini. Tak hanya di pasar konvensional dalam bentuk penjualan langsung, Redma juga mengingatkan agar pemerintah juga mengantisipasi masuknya produk impor lewat platform daring.

“Kalo ada barang ilgeal masuk, dan tidak dihandle, itu jelas merugikan kita. Terutama di sisi hilir, karena kan tinggal jual ke ritel, sehingga dampaknya peritel lainnya harus bersaing dengan produk impor karena barangnya lebih murah,” tandas Redma. (TSA)


https://www.idxchannel.com/economics/incar-momen-lebaran-industri-tekstil-domestik-dihantui-serbuan-produk-impor

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi