Jelang Ramadan, Sejumlah Warga Lebak Ziarah ke TPU Sirnaraga

2 April 2022, 3:23

Sejumlah warga Lebak ziarah ke TPU Sirnaraga (Fathul Rizkoh/detikcom)

Lebak

Memasuki bulan suci Ramadan, umat muslim di Indonesia mempunyai tradisi ziarah kubur atau nyekar. Tradisi itu juga dilakoni warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Warga bernama Muhammad Junaedi mengatakan, nyekar merupakan kebiasaan yang selalu dia lakukan sebelum puasa. Tradisi ini juga dia lakoni setelah hari Raya Idul Fitri nanti.

“Kalau mau puasa iya saya rutin ke sini (ziarah). Awal puasa sama sebelum atau sesudah lebaran pasti ke sini,” katanya kepada detikcom ditemui di TPU Sirnaraga, Rangkabitung, Jumat (1/4/2022).

Menurutnya, tradisi nyekar merupakan aktivitas mendoakan sanak saudara yang sudah lebih dahulu meninggal. Melalui nyekar, dia mengaku akan lebih mengingat kematian.

Sejumlah warga Lebak ziarah ke TPU Sirnaraga (Fathul Rizkoh/detikcom)Foto: Sejumlah warga Lebak ziarah ke TPU Sirnaraga (Fathul Rizkoh/detikcom)

“Mendoakan saja, di sini ada buyut sama nenek saya. Pengingat juga yah (kematian), biar lebih melakukan hal baik di dunia,” tuturnya.

Sementara, pengurus TPU Sirnaraga, Muhammad Ruhaemi mengatakan, TPU ini digunakan oleh 8 RW dan 31 RT di Kecamatan Rangkasbitung. Penziarah sudah mulai berdatangan sejak seminggu lalu.

“Ini kan tradisi, sudah biasa pada datang sebelum puasa,” katanya.

Jumlah penziarah akan lebih banyak ketika hari Raya Idul Fitri nanti. “Biasanya paling banyak nanti hari 1-3 setelah lebaran,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, para penziarah mulai berdatangan sejak Jumat (1/4) pukul 16.00 WIB. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang datang seorang diri.

Penziarah terlihat berdoa di depan makam. Mereka terlihat sangat khusyuk, bahkan ada yang meneteskan air mata ketika berdoa. Setelah berziarah, mereka terlihat menaburkan bunga dan menuangkan air mawar di atas makam.

Bawa Berkah Penjual Bunga

Rupanya, tradisi nyekar bagi umat muslim turut membawa keberkahan bagi penjual bunga dadakan. Termasuk bagi penjual bunga di beberapa TPU di Rangkasbitung.

Mereka terlihat menjajakan dagangannya di atas meja sederhana. Bunga berbagai macam yang dipetik dan dicampur potongan daun pandan dikemas dalam kantong plastik berwarna putih. Selain menjajakan bunga, ada juga yang menjual air bunga mawar.

Penjual bunga raih cuan jelang Ramadan (Fathul Rizkoh/detikcom)Foto: Penjual bunga raih cuan jelang Ramadan (Fathul Rizkoh/detikcom)

Pedagang bunga Atih mengatakan, dia sudah menjadi penjual bunga dadakan sejak beberapa tahun lalu. Dia selalu menjual bunga di depan TPU Sirnaraga, Rangkasbitung pada 10 hari menjalang Ramadan.

“Iya dari dulu saya mah (menjual bunga),” kata Atih.

Dia menjual Rp 5 ribu untuk satu bungkus bunga. Dalam sehari, dirinya mampu mendapat keuntungan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu tergantung pembelian.

“Saya jual Rp 5 ribu ada juga yang nawar jadi Rp 10 ribu tiga bungkus. Sebelum puasa 10 hari (menjual bunga),” tuturnya.

Dia pun mengaku bersyukur atas adanya tradisi nyekar ini. Sehingga, dirinya mempunyai pendapatan lain ketika menjadi penjual bunga dadakan.

“Keuntungan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu sehari. Iya membawa berkah mau Ramadan, Alhamdulillah,” pungkasnya.

(isa/isa)


https://news.detik.com/berita/d-6012540/jelang-ramadan-sejumlah-warga-lebak-ziarah-ke-tpu-sirnaraga

Media

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi