Karaoke Jakarta Tetap Buka Selama Ramadan, Simak Ketentuannya

1 April 2022, 19:54

Gedung Balai Kota DKI Jakarta

Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengizinkan karaoke tetap beroperasional selama Ramadan 2022. Meski begitu, jam operasionalnya dibatasi mulai pukul 14.00-21.00 WIB.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran e-0001/SE/2022 tentang Waktu Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Pada Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 M. SE ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata pada 1 April 2022.

“Jenis usaha karaoke keluarga dapat menyelenggarakan kegiatan pada bulan ramadan mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB,” demikian SE yang dilihat, Jumat (1/4/2022).

Sedangkan untuk usaha bar yang berdiri sendiri maupun yang berada di dalam karaoke, pub atau musik hidup tidak dibolehkan menjual minuman beralkohol selama ramadan. Kecuali diselenggarakan menyatu dengan area hotel minimal bintang 4.

Selain itu, penyelenggaraan usaha pariwisata dilarang memasang reklame/poster/publikasi serta pertunjukan film dan pertunjukan lainnya yang bersifat pornografi, pornoaksi dan erotisme. Kemudian dilarang menimbulkan gangguan terhadap lingkungan.

“Tidak diperbolehkan menyediakan hadiah dalam bentuk dan jenis apapun, tidak diperbolehkan memberikan kesempatan untuk melakukan taruhan/perjudian, peredaran dan pemakaian narkoba, harus menghormati/menjaga suasana yang kondusif pada bulan ramadan dan hari raya idul fitri dan mengharuskan setiap karyawan dan mengimbau pengunjung agar berpakaian sopak (tidak seronok),” jelasnya.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut bakal dikenakan sanksi administratif sesuai pasal 98 dan 102 Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan serta pasal 52 ayat (2) Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata. Yaitu sebagai berikut:

a. Setiap pengusaha pariwisata yang tidak memenuhi kewajiban sesuai ketentuan dalam Pasal 37 ayat (1), Pasal 38 ayat (2), Pasal 39, Pasal 43 dan Pasal 46 ayat (1) dikenai sanksi administratif.

b. Setiap pengusaha pariwisata yang tidak memenuhi ketentuan pelaksanaan usaha pariwisata dikenai sanksi administratif.

c. Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) berupa :
– teguran tertulis pertama;
– teguran tertulis kedua;
– teguran tertulis ketiga;
− usulan pembekuan sementara terhadap pendaftaran usaha pariwisata dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata;
− usulan pembatalan Tanda Daftar Usaha Pariwisata; dan
− pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Usaha Pariwisata pun akan ditutup sementara jika ditemukan penularan infeksi virus Corona.

(taa/aik)


https://news.detik.com/berita/d-6012243/karaoke-jakarta-tetap-buka-selama-ramadan-simak-ketentuannya

Media

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi