Kenali Jenis Aset Wakaf, Berikut Ketentuannya dalam Al-Quran dan Hadis

1 April 2022, 22:07

Kenali Jenis Aset Wakaf, Berikut Ketentuanya dalam Al-Quran dan Hadis (Dok.Daarul Quran)

IDXChannel – Istilah wakaf berasal dari bahasa Arab yakni waqafa yang berarti terkembalikan (radiah), tertahan (tahbis), tertawan (tasbil), dan mencegah (man’u). Banyak ulama mendefinisikan istilah tersebut dengan wakaf. 

Secara sederhana, wakaf dapat diartikan sebagai suatu benda bermanfaat yang dilepaskan kepemilikan pribadinya secara permanen agar manfaatnya dapat digunakan untuk kepentingan umat sesuai dengan syariat Islam.

Ada beberapa landasan hukum mengenai wakaf, baik dalam al-Qur’an maupun hadis Nabi saw. Salah satu ayat al-Qur’an terindikasi menerangkan tentang wakaf adalah QS. Ali ‘Imran/3: 92. Allah swt. berfirman: 
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِه عَلِيْمٌ

Artinya: “Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.”

Dalam sejarah, sahabat yang pertama kali diketahui melakukan wakaf adalah sahabat Umar bin Khattab. Dalam kitab Shahih Muslim, Imam Muslim meriwayatkan hadis dari Ibnu Umar bahwa dulu Umar mewakafkan sebidang tanah di Khaibar. Nabi Muhammad saw. bersabda:

“Umar mendapatkan bagian tanah perkebunan di Khaibar, lalu dia datang kepada Nabi Saw dan meminta saran mengenai bagian tersebut. Dia berkata; Wahai Rasulullah, saya mendapat bagian tanah perkebunan di Khaibar, dan saya belum pernah mendapatkan harta yang sangat saya banggakan seperti kebun itu, maka apa yang anda perintahkan mengenai kebun tersebut? Rasulullah Saw kemudian menjawab; Jika kamu mau, peliharalah pohonnya dan sedekahkanlah hasilnya. 

Ibnu Umar berkata; Kemudian Umar menyedekahkan tanah tersebut, tidak dijual pohonnya dan hasilnya, tidak diwariskan dan tidak dihibahkan. Ibnu Umar melanjutkan; Umar menyedekahkan hasilnya kepada orang-orang fakir, karib kerabat, pemerdekaan budak, dana perjuangan di jalan Allah, untuk pejuang-pejuang dan untuk menjamu tamu. Dan dia juga membolehkan orang lain untuk mengolah kebun tersebut dan memakan dari hasil tanamannya dengan sepantasnya, atau memberi makan temannya dengan tidak menyimpannya.” (HR. Muslim). 

Ada empat rukun wakaf dalam Islam. Pertama, al-waqif (orang melakukan wakaf). Kedua, al-mauquf (sesuatu yang diwakafkan). Ketiga, al-mauquf ‘alaih (orang yang menerima wakaf). Keempat, sighah (ucapan atau lafaz wakaf).
Wakaf yang paling familiar di telinga umat Islam di Indonesia adalah wakaf berupa tanah, atau benda tidak bergerak. Namun, ternyata ada jenis wakaf lain selain wakaf tanah. Setidaknya ada tiga aset yang dapat diwakafkan berdasarkan Undang-undang No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf: 
1) benda tidak bergerak
2) benda bergerak selain uang
3) benda bergerak berupa uang. 

Contoh wakaf dalam bentuk benda tidak bergerak adalah wakaf tanah. Bisa juga wakaf berupa tanah beserta bangunan yang ada di atas tanah beserta dengan semua hal di atasnya seperti pohon, tumbuhan, dan lainnya. 


https://www.idxchannel.com/syariah/kenali-jenis-aset-wakaf-berikut-ketentuannya-dalam-al-quran-dan-hadis

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi