Kombes Yandri Irsan, Penggagas Pengaduan Via Aplikasi BLAST di Belu NTT

2 April 2022, 15:54

Hoegeng Awards 2022

Jakarta

Sejumlah pembaca detikcom mengusulkan Kombes Yandri Irsan, Direktur Pam Obvit Polda Metro Jaya menjadi kandidat penerima Hoegeng Awards 2022. Dia diusulkan melalui formulir online di tautan https://dtk.id/hoegengawards.

Salah satu pembaca detikcom yang mengusulkan Kombes Yandri adalah Charisto Kenen Budy, warga Kota Atambua, Nusa Tenggara Timur. Charis menilai Kombes Yandri sebagai sosok polisi inovatif lewat program yang pernah digagasnya semasa menjabat sebagai Kapolres Belu, NTT, tahun 2017-2018.

Program inovatif dari Kombes Yandri adalah Belu Anticipation System (BLAST). BLAST adalah sebuah program aplikasi berbasis informasi teknologi yang dikembangkan oleh Polres Belu, dalam pelayanan optimal kepada masyarakat Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

“Beliau itu sempet ada buat program BLAST, jadi kalau ada pengaduan masyarakat bisa menggunakan aplikasi namanya BLAST. Jadi begitu ada kejadian, kalau seandainya ada kejahatan kita bisa panggil (polisi) dari situ aja menggunakan aplikasi itu atau ada pengaduan,” kata Charis kepada detikcom, Sabtu (2/4/2022).

Charis menyebut masyarakat Belu dan Atambua bisa mengakses aplikasi BLAST untuk pengaduan siang dan malam. Menurut dia, laporan yang masuk dari masyarakat biasanya langsung ditindaklanjuti anggota kepolisian setempat.

“Langsung ditindaklanjuti soalnya anggota itu setiap saat standby di komputernya mereka itu. Jika ada pengaduan langsung ada anggota yang ambil tindakan untuk melanjutkan,” ucapnya.

Dalam aplikasi BLAST, selain untuk laporan kejahatan dan pengaduan lainnya, ada juga fitur pelayanan SIM, dan SKCK.

Tak hanya itu, Kombes Yandri waktu menjadi Kapolres Belu juga menggagas program Blast Button Stationary atau perangkat yang terpasang di obyek vital seperti di bank hingga pasar. Dalam objek-objek vital itu terdapat tombol darurat yang bisa dipencet ketika ada suatu kejadian yang perlu melibatkan kepolisian, misalnya pembobolan atau pencurian.

“Cara kerjanya jadi di Bank itu ada satu tombol kalau nggak salah ya. Begitu kalau seandainya ada kejadian misalnya perampok atau apa, mereka bisa pencet langsung ketahuan di sana di Polres. Lokasinya langsung ketahuan, langsung aparat turun. Jadi sudah lebih canggih, tidak perlu telepon, tidak perlu apa. Jadi pencet tombol aja langsung,” jelasnya.

Menurut Charis, program-program inovatif itu masih berjalan hingga kini. Terobosan dari Kombes Yandri itu dilanjutkan oleh Kapolres Belu selanjutnya.

“(Program) Masih berjalan sampai sekarang. Ini program sudah dibuat oleh beliau, tinggal melanjutkan saja. Selama ini di kota aman-aman saja tidak pernah ada kejadian dibobol atau apa tidak ada,” ujarnya.

[Daftarkan kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 di sini!]

Kombes Yandri Bangun Rumah Baca Merah Putih

Dihubungi terpisah, pemuka agama di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, Romo Yoris Samuel Giri, Pr juga memuji Kombes Yandri, sosok polisi teladan versinya. Romo Yoris menyebut bahwa saat Kombes Yandri bertugas di Belu mendirikan Rumah Baca Merah Putih atas keprihatinannya akan masyarakat di perbatasan, terutama warga yang berasal dari Timor Timur yang memilih menetap di wilayah Indonesia.

“Ketiadaan sarana untuk mengembangkan diri dalam hal membaca dan menulis untuk mereka yang berusia lanjut, usia 40 tahun ke atas karena waktu di zaman Timor Timur mereka tidak sekolah atau SD dan putus. Pas zaman pergolakan mereka langsung lari ke Indonesia tanpa melanjutkan pendidikan,” ucap Romo, Jumat (1/4).

“Ini menjadi prioritas pelayanan Pak Yandri selama menjabat menjadi Kapolres Belu. Itu dia dirikan Rumah Baca Merah Putih di dua tempat salah satu tempatnya ada di paroki saya Desa Kenebibi,” tambahnya.

Tak hanya itu, Kombes Yandri juga membangun perpustakaan mini untuk memfasilitasi anak-anak sekolah desa setempat agar gemar membaca. Jenis buky yang disediakan pun beragam mulai dari buku-buku cerita rakyat hingga cerita kepahlawanan Tanah Air.

Meski Kombes Yandri tak lagi bertugas di Kabupaten Belu, tapi programnya itu masih berjalan hingga kini. Rumah Baca Merah Putih dan perpustakaan mini masih dimanfaatkan warga sekitar untuk belajar dan difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas Polres Belu saat ini.

Bantu Urus Dokumen Permudah Akses Warga di Perbatasan

Romo juga menyebut Kombes Yandri kerap turun langsung bantu warga perbatasan mengurus dokumen untuk mempermudah akses keluar masuk Indonesia-Timor Leste.

“Pak Yandri sangat membantu masyarakat yang belum mengetahui aturan atau UU masyarakat untuk keluar masuk ke luar negeri ke Timor Timur ke Indonesia, dan ketika masyarakat ini mengalami kesulitan ini Pak Yandri banyak kali menjadi inisiator, mediator untuk menghubungkan pihak masyarakat yang kesulitan dengan pihak imigrasi atau bea cukai atau kepolisian setempat untuk membantu dalam arti supaya ke depan masyarakat di perbatasan memiliki dokumen. Kalau pun mereka tidak punya dana untuk membuat paspor atau KTP, Pak Yandri turun tangan langsung membantu masyarakat untuk mendapatkan paspor,” ungkapnya.
Itu kejadiannya sama ya pas beliau jadi kapolres belu?

Kebaikan-kebaikan Kombes Yandri pun masih ia ingat hingga kini. Romo Yoris ingat pesan Yandri bahwa masyarakat setempat harus bersinergi dengan TNI-Polri untuk menjaga perbatasan Tanah Air di Kabupaten Belu.

[Daftarkan kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 di sini!]

Artikel ini adalah bagian dari rangkaian acara Hoegeng Awards 2022. Polisi yang diceritakan dalam artikel ini merupakan salah seorang yang diusulkan pembaca sebagai kandidat penerima Hoegeng Awards 2022. Pembaca detikcom bisa mengusulkan anggota polisi kandidat penerima Hoegeng Awards 2022 melalui link berikut ini: Hoegeng Awards 2022.

(fas/hri)


https://news.detik.com/berita/d-6013101/kombes-yandri-irsan-penggagas-pengaduan-via-aplikasi-blast-di-belu-ntt

Media

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi