Minyak Goreng Picu Inflasi Maret 2022 Capai 0,66 Persen

1 April 2022, 12:43

Minyak Goreng Picu Inflasi Maret 2022 Capai 0,66 Persen

GELORA.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan BPS di 90 kota, pada Maret 2022 telah terjadi inflasi 0,66 persen.

“Atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,24 pada Februari menjadi 108,95 pada Maret 2022,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam telekonferensi, Jumat, 1 April 2022.

Margo menjelaskan, jika dihitung, tingkat inflasi tahun kalender pada Maret 2002 yakni menjadi 1,20 persen. Sementara itu inflasi tahunan pada Maret 2022 dibandingkan dengan Maret 2021 itu mencapai sebesar 2,64 persen.

Dia menambahkan, penyumbang inflasi di bulan maret ini utamanya berasal dari komoditas cabai merah, bahan bakar rumah tangga, emas, perhiasan, dan minyak goreng.

“Jadi ada lima komoditas utama penyumbang inflasi di bulan Maret 2022,” ujarnya.

Kemudian, Margo menjelaskan bahwa dari pemantauan BPS di 90 kota inflasi di bulan Maret 2022, terdapat 88 kota mengalami inflasi sedangkan dua kota mengalami deflasi.

Dari 80 kota yang mengalami inflasi, lanjut Margo, inflasi tertinggi terjadi di Merauke. Di mana komoditas penyumbang terbesar karena kenaikan harga komoditas cabe rawit yang memberikan andil inflasi di Merauke sebesar 1,54 persen.

“Diikuti angkutan udara (0,13 persen), dan tahu mentah (0,12 persen),” kata Margo.

Sedangkan, dua kota yang mengalami deflasi yaitu di Kendari dan yang yang tertinggi di Tual. Dimana, jika dilihat komoditas penyumbang deflasi di Tual yakni berasal dari Ikan Baronang yang memberikan andil terhadap deflasi 0,17 persen.

“Kemudian angkutan udara (0,15 persen), dan Ikan Layang (0,14 persen),” ujarnya.


https://www.gelora.co/2022/04/minyak-goreng-picu-inflasi-maret-2022.html

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi