Narasi Kadrun-Cebong di Gaduh IDI-Terawan Dinilai Bukti Rakyat Masih Terbelah

2 April 2022, 6:24

Pakar Politik Adi Prayitno
Jakarta

Narasi kadrun dan cebong kembali muncul di tengah polemik pemecatan dokter Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Narasi kadrun disematkan kepada Ketua Umum IDI periode 2022-2025 Adib Khumaidi yang merangkap jabatan di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut istilah kadrun dan cebong itu sampai sekarang masih dijadikan bahan olok-olok. Bahkan, dia menilai dua narasi itu sangat kasar.

“Kadrun atau cebong itu istilah pejoratif bernada hinaan bagi pendukung Jokowi dan Prabowo di pilpres 2019 lalu. Bahkan sangat kasar,” kata Adi kepada wartawan, Jumat (1/4/2022).

“Kadrun berkonotasi Islam radikal metamorfosa dari istilah kampret sebutan pendukung Prabowo. Sementara cebong, sebaliknya dinilai Nusantara dan NKRI diasosiasikan pendukung Jokowi yang dinilai gemar memelihara kodok,” imbuhnya.

Hingga kini, sambung Adi, istilah itu masih menjadi bahan olok-olok antarkubu yang berbeda untuk saling menghina. Fenomena ini dinilai sebagai bukti masih masyarakat masih terbelah.

“Sampai sekarang dua istilah ini jadi bahan olok-olok antarkubu untuk saling menghina. Ini menunjukkan rakyat masih terbelah ekstrem. Sangat naif karena Jokowi dan Prabowo sudah bersatu dalam kolam koalisi, saling berangkulan, berbagi jatah kekuasaan,” sebutnya.

Muncul Lagi di Polemik Terawan-IDI

Adi pun memberikan analisis mengenai munculnya istilah kadrun dan cebong di polemik IDI dan Terawan ini. Dia menyebut pendukung Terawan mayoritas pendukung pro pemerintah.

“Istilah ini kemudian muncul dalam kasus pemecatan Terawan. Sederhana saja nebaknya. Pendukung Terawan itu mayoritas pro pemerintah wajar disebut cebong. Sementara IDI dituding kadrun karena dinilai berafiliasi dengan Islam keras. Intinya saling mengolok-olok ini antarpendukung,” katanya.


https://news.detik.com/berita/d-6012564/narasi-kadrun-cebong-di-gaduh-idi-terawan-dinilai-bukti-rakyat-masih-terbelah

Media

Partai

Institusi

K / L

BUMN

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi