Perekonomian Surabaya Diprediksi Membaik

2 April 2022, 18:32

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Kondisi kasus Covid-19 di Surabaya terus melandai. Isolasi terpadu (isoter) yang sebelumnya disediakan pemkot di Hotel Asrama Haji pun sudah kosong.

Kepala Dinas Kesehatan Nanik Sukristina mengatakan, saat ini, isoter di Hotel Asrama Haji sudah nol kasus. Tidak ada yang dirawat di Hotel Asrama Haji sejak beberapa minggu lalu.

”Saat ini ada sekitar 300 kasus Covid-19 aktif di Surabaya,” ujar Nanik.

Menurut mantan Sekretaris Dinas Sosial itu, Dinkes tak mengendurkan pengawasan. Termasuk pelayanan vaksinasi di seluruh puskesmas.

”Kami masih tetap memantau dan memaksimalkan pelayanan hingga kini,” tutur Nanik saat ditemui setelah rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2021 pada Jumat (1/4).

Terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno optimistis perekonomian Surabaya meningkat saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Hal itu dipengaruhi kasus Covid-19 yang melandai dan relaksasi kebijakan serta meningkatnya mobilitas masyarakat.

”Perlambatan ekonomi saat gelombang pertama dan kedua pada 2020 dan 2021 bisa ditebus saat Lebaran nanti,” tutur Anas Karno, politikus PDI Perjuangan itu.

Anas mengungkapkan, biasanya setiap Ramadan ada peningkatan konsumsi. Hal itu berdampak terhadap menggeliatnya aktivitas perdagangan yang digerakkan pelaku UMKM.

Apalagi, lanjut Anas, aktivitas masyarakat makin meningkat dan membaik. Sebab, ada pelonggaran pembatasan sosial. Tak terkecuali aktivitas konsumsi di sektor ritel.

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi