Petani Bojonegoro Diberi Pemahaman Tentang Hutan Sosial

2 April 2022, 14:21

Bojonegoro (beritajatim.com) – Petani hutan yang menggarap kawasan perhutanan sosial mendapat pemahaman aturan hukum agar dalam melangkah bisa lebih tenang. Hal itu dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro bersama LSM dan petani hutan sekitar.

Kepala Desa Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro Paryono, mengungkapkan, di masyarakat bawah, khususnya petani penggarap hutan saat ini masih terjadi simpang siur pemahaman tentang program perhutanan sosial. Sehingga berdampak masih sering terjadi pro dan kontra.

“Kami sangat mendukung program ini, asal benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dan membuat hutan lestari,” kata Kades Jari, Paryono, Sabtu (2/4/2022).

Ketua Kelompok Tani Pemberdayaan Masyarakat (KTPM) Ijo Royo-royo, Desa Jari, Lasimin mengatakan, dalam menggarap lahan hutan ini para petani mengacu pada Program Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tentang Perhutanan Sosial. Namun, pihaknya mengaku masih sering ada intimidasi yang dilakukan oknum terhadap para petani.

“Bentuk-bentuk intimidasi kepada kami masih sering kami terima. Tapi kami yakin program ini bertujuan mensejahterakan kaum tani hutan. Karena itu kami tak hiraukan intimidasi itu, dan akan kami lawan,” kata Lasimin.

Untuk diketahui, pertemuan antara kelompok tani dan pemerintah desa sekitar hutan itu juga menghadirkan LSM Pemberdayaan Kinerja Peduli Aset Negara (PK PAN) di Balai Desa Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, kemarin malam.

Sekretaris Umum LSM PK PAN Bojonegoro, Alham M Ubey mengatakan bahwa pihaknya punya legal standing untuk mendampingi para petani hutan yang tergabung dalam kelompok tani untuk mendapatkan persetujuan pengelolaan hutan sesuai KemenLHK nomor 9 tahun 2021, tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial.

“Kami mendorong semua pihak, termasuk Pemkab, DPRD, serta semua kelompok sipil, termasuk pemdes dan Perhutani, melakukan terobosan-terobosan demi suksesnya program perhutanan sosial (PS) ini. Sebab, PS ini tujuannya adalah rakyat sejahtera, hutan lestari dan lingkungan hidup terjaga,” jelasnya.

Menurut mantan jurnalis RCTI ini, progran PS merupakan solusi terbaik untuk penyelamatan kawasan hutan dan perbaikan lingkungan hidup, namun juga mensejahterakan masyarakat tani hutan. Karena itu, LSM PK PAN akan terus mendorong masyarakat tani hutan untuk sadar dan mau segera memanfaatkan kebijakan negara yang menyerahkan separuh kawasan hutan negara ini dikelola masyarakat.

“Kementrian LHK sudah sangat jelas, separoh kawasan hutan di Jawa yang selama ini dikelola Perhutani, akan dikelola negara secara khusus. Saya kira masyarakat harus paham tentang ini dan saya yakin Perhutani juga sudah sangat paham,” ujarnya.

Oleh sebab itu, mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Bojonegoro ini berharap, agar di tengah masyarakat tidak ada gesekan-gesekan, apalagi intimidasi terhadap kaum petani hutan. “Jika masih ada bentuk-bentuk intimidasi, LSM PK PAN akan selalu hadir untuk membela petani hutan dan aktif terlibat dalam pnyelesaian sengketa di lapangan,” tandasnya. [lus/but]


https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/petani-bojonegoro-diberi-pemahaman-tentang-hutan-sosial/

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi