Resmi! Awal Puasa Ramadhan 2022 Jatuh Pada Minggu, 3 April 2022

1 April 2022, 22:26

Sidang Isbat mendengarkan laporan dari 101 titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Hasilnya menetapkan 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 3 April 2022.

Dream – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan awal Puasa Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 3 April 2022. Keputusan itu merupakan hasil dari sidang isbat penetapan Awal Ramadan 1443H yang dihadiri sejumlah Ormas keagaaman, MUI, dan perwakilan negara sahabat.

” Secara mufakat bahwa 1 Ramadhan 1443 jatuh pada hari ahad, 3 April 2022 masehi. ini hasil sidang isbat dan kita sepakati bersama,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dalam konferensi pers usai Sidang Isbat Awal Ramadan 1442H.

Gus Yaqut menjelaskan keputusan ini ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan atau hisab dari Tim Rukyat dan Hisab Kemenag. Selain itu juga berdasarkan laporan dari tim pemantau hilal.

” Dari 101 titik ini tidak melaporkan tidak melihat hilang. Kesemuanya melaporkan tidak melihat hilal,” ujarnya. 

Berdasarkan hasil dari dua metode tersebut, seluruh kriteria dinyatakan terpenuhi. Hilal dapat terlihat di ufuk barat dari sejumlah titik pemantauan dengan ketinggian di atas 3 derajat.

Menurut Menag, Sidang Isbat mendapat laporan dari pemantau hilal yang tak melihat tinggi bulan seperti yang dipersyaratkan dalam penetapan awal Ramadhan. Untuk diketahui tahun ini pemerintah telah memutuskan mengadopsi ketentuan MABIMS, yakni tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. 

(Baca: Ini Daftar 101 Lokasi Pemantauan Hilal untuk Penentuan Ramadan 2022)

Berbeda dari tahun sebelumnya, awal Ramadhan tahun ini akan berlangsung berbeda. Sebelumnya PP Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan Syawal dan Zulhijah 1443 H.

Mengutip laman suaramuhammadiyah.id, ketetapan tersebut didasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca: PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 1443 Jatuh 2 April 2022

Sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama serta beberapa Organisasi Islam menetapkan awal puasa Ramadhan 2022 pada Minggu, 3 April 2022 setelah mendengar laporan dari para pemantau hilal yang tersebar di 101 lokasi. 

(Baca: Awal Puasa 2022, Ini Alasan Ilmiah Ada Potensi Perbedaan 1 Ramadhan 1443 H)

Sama seperti tahun sebelumnya sidang isbat penetapan awal Ramadan 1443 H kembal digelar dengan format hibridasi yaitu dalam jaringan (online) dan luar jaringan (offline). Sebagian undangan hadir di lokasi sidang, sementara sebagian lain hadir secara virtual.

Sidang dibuka dengan pemaparan tim Falakiyah Kemenag mengenai posisi hilang. Sidang dilanjutkan usai sholat Maghrib secara tertutup dan hasilnya diumumkan oleh Menag melalu konferensi pers.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Choil Staquf dalam keterangan persnya menyatakan awal Ramadhan 1443 H jatuh pada hari Minggu, 3 April 2022. Pemberitahuan yang disampaikan setelah PBNU mendapat laporan dari 50 titik pemantauan hilal dari pelaporan Lembaga Falakiyyah NU.

” DI seluruh lokasi tidak berhasil terlihat hilal. Dengan demikia umur bulan Syaban 1443 Hijriah adalah 30 hari atau dengan kata lain, isti’mal,” ujarnya.

Dengan mendasarkan istimal tersebut dan sesuai dengan pendapat 4 mazhab, PBNU memutuskan awal bulan Ramadhan 1443 jatuh pada hari ahad, tanggal 3 April 2022 masehi.(Sah)

2 dari 6 halaman

Bacaan Niat Puasa Ramadan yang Tepat

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Salah satu keistimewaan di bulan suci ini adalah niat puasa Ramadan yang biasanya diucapkan usai santap sahur. Biasanya membaca niat puasa juga sering dilakukan bersama-sama usai selesai melaksanakan tarawih.

Niat puasa bahkan menjadi salah satu syarat sah sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan. Jika tidak mengucapkan niat puasa Ramadan, maka nilai ibadahnya tidak bisa dihitung.

Dasarnya adalah hadis Rasulullah Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad berikut ini.

Barang siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

Nabi Muhammad SAW bersabda, ” Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Atas dasar tersebut, karena puasa termasuk ibadah, maka niat untuk mengerjakannya termasuk ke dalam rukun puasa. Niat puasa Ramadan harus yang tulus dengan tujuan untuk mendapatkan ridho dan berkah dari Allah SWT.

3 dari 6 halaman

Niat Puasa Ramadan Dilafalkan atau Cukup Dalam Hati?

Niat Puasa© Shutterstock

Berniat untuk puasa memang harus dilakukan didalam hati. Namun disunnahkan juga untuk dilafalkan.

Waktu untuk mengucapkan niat puasa Ramadan terhitung mulai dari setelah waktu buka puasa yaitu tenggelamnya matahari hingga sebelum terbit fajar Subuh.

Lafal atau bacaan niat puasa Ramadan yang tepat adalah sebagai berikut:

Niat puasa Ramadan© dream.co.id

NAWAITU SHAUMA GHADIN AN ADAAI FARDLI SYAHRI RAMADLANI HADZIHIS SANATI FARDLAL LILLAHI TA’ALA.

Yang artinya: “ Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

4 dari 6 halaman

Doa Sahur

 

Jika niat puasa hukumnya wajib, maka bersahur adalah salah satu sunnah yang dianjurkan saat menjalankan ibadah puasa.

Sahur memiliki banyak keutamaan.

Seperti hadist Rasulullah SAW yang berbunyi: ” Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bersalawat untuk mereka yang bersahur.” (HR. Ahmad).

Berikut lafal doa sahur yang dianjurkan:

Doa Sahur© Dream.co.id

” Yarhamullahul mutasahhirin.”

Artinya: “ Semoga Allah menurunkan rahmat-Nya bagi mereka yang bersahur.”

5 dari 6 halaman

Ilustrasi Berdoa© Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

Doa Buka Puasa

Ada dua versi doa puasa Ramadan untuk berbuka puasa. Salah satunya mungkin yang sering digunakan dan didengar di televisi saat datangnya waktu berbuka puasa, yaitu:

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: “ Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.”

Ketika sudah masuk waktu berbuka puasa yang bertepatan dengan azan maghrib, kamu harus mengucapkan Alhamdulillah dan membaca doa berbuka puasa sebelum menyantap makanan maupun minuman yang tersedia.

Walaupun kamu berada di tempat yang berbeda, dan memiliki waktu yang berbeda pula saat berbuka puasa, doa berbuka puasa tetap sama dan menjadi salah satu doa puasa ramadan yang sangat penting untuk dihafalkan.

6 dari 6 halaman

Doa Buka Puasa dari Hadist

Sedangkan doa berbuka puasa yang kedua bersumber dari salah satu hadist Rasulullah SAW yang berbunyi:

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “ Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.” (HR. Abu Daud)

Kamu tidak harus mengucapkan kedua doa puasa ramadan tersebut saat akan berbuka puasa. Kamu hanya perlu melafadzkan salah satunya dan bisa langsung makan setelah itu.

 


https://www.dream.co.id/news/tok-awal-puasa-ramadhan-2022-jatuh-pada-april-2022-220401x.html

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi