RI Setuju Bahasa Melayu Jadi Bahasa ASEAN? Menlu: Masih Perlu Kajian

1 April 2022, 15:25

Menlu Retno Marsudi.

Jakarta

Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyebut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) setuju memperkuat bahasa Melayu yang diharapkan Sabri menjadi bahasa resmi kedua ASEAN. Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi menjelaskan Malaysia baru sebatas menyampaikan usulan ke RI, persetujuan belum diputuskan RI.

“PM Malaysia menyampaikan usulan tersebut, yang tentunya masih memerlukan kajian dan pembahasan lebih lanjut,” kata Menlu RI Retno Marsudi dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (1/4/2022).

Selama ini, bahasa resmi ASEAN adalah bahasa Inggris. Sebelum bertemu Jokowi, PM Malaysia Ismail Sabri juga sudah menyampaikan keinginannya agar bahasa Melayu bisa menjadi bahasa resmi kedua ASEAN. Indonesia masih perlu mengkaji terlebih dahulu sebelum memberikan persetujuan atau penolakan.

Meski begitu, kata Menlu RI Retno Marsudi, Bahasa Indonesia punya lebih banyak jumlah penutur ketimbang Bahasa Malaysia.

“Kalau dilihat dari sisi penutur (demografi), Bahasa Indonesia adalah bahasa dengan penutur terbesar di Asia Tenggara,” kata Retno.

Jokowi menemui Ismail Sabri di Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Mereka mengadakan jumpa pers sebelum salat Jumt tadi. Sabri menjelaskan bahwa Jokowi mendukung penguatan bahasa Melayu.

“Jadi, kami sepakat, siap dengan antarbangsa. Saya, seperti Presiden, akan menggunakan bahasa Melayu sebagai media komunikasi kita dan kita sepakat bahwa jika kita bekerja sama untuk memperkuat bahasa rumpun Melayu ini, bahasa rumpun Melayu, mungkin suatu saat bisa dijadikan bahasa ASEAN,” kata Ismail Sabri Yaakob yang berdiri di sisi kanan Jokowi, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Kepresidenan, tadi.

Ismail Sabri Yaakob menjelaskan, bahasa rumpun Melayu digunakan di Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Thailand selatan, etnis Champa di Kamboja, Filipina, dan Singapura.

(dnu/taa)


https://news.detik.com/berita/d-6011658/ri-setuju-bahasa-melayu-jadi-bahasa-asean-menlu-masih-perlu-kajian

Media

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Fasum

Transportasi