Ricuh di Iran Terjadi Imbas 2.000 Perempuan Dilarang Memasuki Stadion

2 April 2022, 14:29

Jakarta, IDN Times –  Kemarahan publik terjadi di Iran pada Rabu (30/03/2022), setelah ribuan perempuan yang membawa tiket ditolak masuk ke stadion saat laga Iran melawan Lebanon digelar. 

Presiden Iran, Ebrahim Raisi, memerintahkan Kementerian Dalam Negeri, gubernur setempat, dan jaksa agung di daerah tersebut untuk melakukan penyelidikan. Dia juga menyebut kejadian itu sebagai ‘sesuatu yang tidak dapat diterima’. 

Kualifikasi Piala Dunia melawan Lebanon pada Selasa (29/03/2022) waktu setempat dimenangkan oleh Iran 2-0. Laga tersebut berlangsung di stadion Imam Reza di kota timur laut Mashhad, Iran. Sekitar 2.000 perempuan yang telah membeli tiket pertandingan berkumpul di sekeliling stadion tetapi tidak diizinkan masuk.

1. Gubernur Mashhad meminta maaf atas insiden tersebut

Sebagai salah satu pimpinan daerah di Kota Mashhad, Gubernur Mashhad, Mohsen Davari, telah meminta maaf atas insiden tersebut.

Dia mengatakan, “saya minta maaf karena banyak orang tidak bisa masuk ke stadion. Sayangnya, sejumlah besar orang di luar dilarang menonton pertandingan.”

Jaksa Agung, Mohammad Jafar Montazeri, juga memberikan komentar atas peristiwa itu.

“Jika kondisi memungkinkan penjualan tiket untuk perempuan, tempat yang cocok harus ditentukan untuk mereka,” kata Montazeri, dilansir Arab News

“Tidak dapat diterima (perempuan yang tidak diizinkan masuk) dan menunjukkan manajemen yang buruk,” sambung dia. 

Iran secara umum melarang perempuan menonton sepak bola di stadion dan sejumlah olahraga sejak revolusi 1979. 

Lanjutkan membaca artikel di bawah

Editor’s picks

Baca Juga: Grup B Piala Dunia 2022: Diwarnai Tensi Politik AS, Inggris, dan Iran

2. FIFA perintahkan Iran untuk tak membatasi perempuan untuk menonton sepak bola

Pada September 2019, FIFA telah memerintahkan Iran untuk mengizinkan perempuan mengakses stadion tanpa batasan. FIFA juga menyarankan agar jumlah penonton perempuan disesuaikan dengan permintaan tiket, dilansir RFERL

FIFA menyatakan perintah seruan tersebut dengan ancaman skors. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh insiden seorang perempuan fans Iran, Sahar Khodayari, meninggal setelah membakar dirinya sendiri karena takut dipenjara setelah mencoba menghadiri pertandingan dengan menyamar. 

Dia dilaporkan telah ditahan pada 2018 ketika dia mencoba memasuki stadion dengan berpakaian seperti laki-laki. Kematiannya telah memicu protes dan mengakibatkan seruan agar Iran dilarang dan pertandingannya diboikot.

3. Iran lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar

Kemenangan atas Lebanon memastikan Iran lolos ke Piala Dunia 2022. Iran menemani empat negara Asia lainnya yang lolos ke Piala Dunia 2022, yaitu Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, dan Qatar. 

Sayangnya, insiden diskrimasi terhadap perempuan itu membuat banyak orang mengajukan tuntutan agar segera mengeluarkan Iran dari Piala Dunia. Sebelum insiden ini terjadi, Iran telah memberi tahu publik bahwa hanya segelintir perempuan yang diizinkan menghadiri pertandingan tim nasional Iran di Stadion Azadi Teheran.

Hanya sedikit perempuan yang diperkenankan menonton pertandingan sepak bola, seperti pertandingan melawan Korea Selatan pada Oktober 2021 dan melawan Irak pada Januari 2022. Hal tersebut menunjukkan masih kentalnya kebijakan Iran dengan diskriminasi terhadap perempuan.  

Baca Juga: Iran Jadi Negara ke-14 yang Lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis.
Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.


https://www.idntimes.com/news/world/anoraga-ilafi/ricuh-di-iran-terjadi-imbas-2000-perempuan-dilarang-memasuki-stadion-c1c2

Tokoh

Partai

Institusi

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi