Tiga Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel di Jenin Menjelang Puasa

2 April 2022, 1:18

Tiga Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel di Jenin Menjelang Puasa

Jabarekspres.com — Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa tentara Israel menembak tiga orang warga Palestina hingga meninggal dalam insiden terpisah di Tepi Barat pada Kamis pagi, dilansir dari laman Middle East Eye, Kamis (31/03/2022).

Adapun dua orang penduduk Palestina yang menjadi korban penembakan tentara Israel di Kota Jenin itu diidentifikasi bernama Sanad Abu Atiyeh, berusia 17 tahun, dan Yazid Saadi, berusia 23 tahun.

Korban ketiga pembunuhan tentara Israel itu terjadi di Kota Betlehem, Tepi Barat bagian selatan, seorang warga Palestina yang sempat melancarkan aksi penikaman terhadap Pria Israel.

Pemerintah setempat lewat Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa Atiyeh dan Saadi meregang nyawa di Rumah Sakit Ibn Sina di Jenin akibat luka tembak yang serius.

Selain itu juga dilaporkan bahwa ada 15 orang mengalami luka imbas aksi tentara Israel tersebut. Bahkan tiga orang tengah mengalami fase kritis.

Peristiwa tersebut memicu kekacauan seperti konfrontasi sipil dengan militer berupa baku tembak dengan pejuang Palestina di kamp pengungsi, Jenin.

Penduduk Palestina berusaha menghadang pasukan militer Israel yang mendesak ke kamp dengan cara melempar batu. Akan tetapi, tentara Israel itu merespons lemparan batu dengan peluru, sehingga membuat dua warga sipil Palestina terbunuh.

Dari pihak tentara Israel sendiri, seorang tentara dari unit Duvdevan mengalami cedera ringan di bahu dalam aksi penyamarannya.

Kekacauan di Jenin ini tercatat sudah berlangsung semenjak satu tahun lalu, yakni berupa peningkatan tensi serangan kekerasan tentara Israel. Imbasnya, sering terjadi konfrontasi berupa baku tembak di udara wilayah Jenin.

Mengenai korban ketiga warga Palestina tersebut, sebelumnya ia sempat menikam seorang pria Israel di sebuah bus dekat pemukiman Efrat, Betlehem. Korban yang berusia 30 tahun dilaporkan mengalami luka serius akibat aksi penikaman warga Palestina tersebut.

Tersangka penikaman itu diketahui identitasnya sebagai Nidal Ja’afrah asal Betlehem. Ia pun harus tewas karena ditembak mati oleh seorang penumpang bus bersenjata Israel.

Seminggu yang lalu, 11 warga Israel meninggal dalam serangan yang terjadi secara terpisah akibat aksi warga Palestina di dalam kota-kota Israel.

Buntut dari peristiwa tersebut, aparat dan angkatan bersenjata Israel langsung menaikan level siaga ke level darurat sejak bulan Mei tahun lalu.

Pada hari Rabu kemarin, pemerintah Israel lewat Perdana Menteri Naftali Bennet menyerukan agar warga Israel yang memiliki senjata untuk mempersenjatai diri di ruang-ruang publik usai kekacauan.

Serangan ‘pembalasan’

Sekretaris pergerakan Fatah Atta Abu Rumaila mengatakan bahwa serangan yang terjadi pada hari Rabu di Jenin merupakan aksi “pembalasan” atas penembakan yang terjadi di Bnei Brak Tel Aviv pada hari Selasa. Adapun serangan tersebut menewaskan seorang warga Palestina dari Kota Yabad, dekat Jenin, yang telah membunuh lima orang penduduk Israel.

“Pendudukan ingin meningkatkan moral masyarakatnya dengan lebih banyak pembunuhan dan kejahatan terhadap kami,” kata Abu Rumaila.

Dia menambahkan bahwa tentara Israel mengirim pasukan besar ke kamp Jenin tetapi pergi tanpa menangkap siapa pun.

Dua orang yang ditangkap diidentifikasi sebagai Barakat Shreim dan Kamal Lahluh, ayah dari Baraa Lahluh, seorang buronan tentara Israel.

Di dekat Yabad, tempat tinggal Diya Hamarshah, yang melakukan penembakan Bnei Brak, pasukan Israel menyerbu dan menggeledah rumah kerabatnya selama dua hari berturut-turut.

Barang-barang rumah dirusak dan anggota keluarga menjadi sasaran interogasi. Gambar bendera Diya dan Palestina dirobek. Tentara juga menangkap Islam Ba’jawi, salah satu teman Hamarsyah.

Suasana dan kekerasan yang meningkat di Israel dan Palestina terjadi tepat menjelang bulan suci Ramadhan.

Pihak berwenang Israel sebelumnya mengatakan mereka akan mengizinkan pemukim yang dilindungi polisi untuk memasuki Masjid al-Aqsa secara massal selama liburan Paskah, yang akan jatuh selama Ramadhan.

Serangan Israel di masjid dilihat oleh orang Palestina sebagai sangat provokatif, terutama selama Ramadhan ketika al-Aqsa penuh dengan jamaah. Banyak yang memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan meningkatkan ketegangan.


https://jabarekspres.com/berita/2022/04/01/tiga-warga-palestina-tewas-ditembak-tentara-israel-di-jenin-menjelang-puasa/

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Transportasi