Tips Lepas dari Compulsive Buying, Begini Kata Financial Planner

2 April 2022, 15:07

Sering berbelanja demi self healing dapat berpotensi menjadikan Anda sebagai compulsive shopper.

IDXChannel – Sering berbelanja demi self healing dapat berpotensi menjadikan Anda sebagai compulsive shopper. Jika hal ini didiamkan, nantinya bisa menganggu kesehatan mental.

“Compulsive shopper adalah orang yang sering praktik berbelanja akibat dorongan dalam diri yang sangat tak tertahankan. Jika didiamkan, berpotensi negatif mulai dari stres, anxiety attack, hingga adiksi,” tulis Perencana keuangan dan CEO Zap Finance Prita Hapsari Ghozie di akun Instagram pribadinya @pritaghozie, dikutip Sabtu (2/4/2022).

Untuk lepas dari compulsive buying, Prita memberikan sejumlah tips yang bisa dilakukan. Mulai dari mengambil jeda sebelum melakukan sesuatu, hingga membuat anggaran yang bisa direalisasikan.

“Sebuah studi oleh Journal of Human Behavior in the Social Environment (2016), mengungkap bahwa individu bisa mengatasi dampak negatif perilaku kompulsif dengan praktik mindful financial planning,” tambah Prita.

Berikut tips agar lepas dari compulsive buying:

1. Ambil Jeda Sebelum Melakukan Sesuatu

Keputusan untuk membuat budget, membeli aset investasi maupun tanda tangan akad kredit, belanja ini itu harus dilakukan dengan prinsip berhati-hati.

2. Catat Keuangan

Untuk Anda yang merasa sangat boros, Japanese art of managing money alias metode Kakebo mengajak #temanPrita untuk refleksi aktivitas finansial selama sebulan.

Proses ini akan membuat Anda lebih mindful atas penggunaan penghasilan dan sumber daya yang dimiliki.

Spending bulanan tidak bisa dihindari, maka mulai lah dengan merunut ulang kebiasaan berbelanja dan pakai pembagian rekening: Living-Saving-Playing.

3. Berhenti Menggunakan Konsumsi untuk Memperbaiki Emosi

Kejadian yang bisa bikin Anda compulsive shopping seperti patah hati akibat ‘ghosting’, kesal dengan atasan di kantor, hingga jebakan THR.

4. Ubah Pola Pikir Pembelian Anda

Pahami perbedaan antara buying for value dengan buying for price. Jika pembelian dilakukan semata-mata karena ada promo, maka kemungkinan itu buying for price. Sebaiknya, tentukan dulu tujuan pembelian, baru cari penawaran terbaik.

5. Buat Anggaran yang Bisa Direalisasikan

Budget sering gagal karena tidak reaistis. Jika masih bermasalah dengan cashflow, maka mulailah membuat budget secara bertahap. 

(NDA)


https://www.idxchannel.com/milenomic/tips-lepas-dari-compulsive-buying-begini-kata-financial-planner

Tokoh

Partai

Institusi

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Kasus

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi