Transformasi Sistem Pangan Dibutuhkan untuk Pacu Status Gizi Masyarakat!

2 April 2022, 11:47

AKURAT.CO, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai transformasi sistem pangan dibutuhkan untuk dapat berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat. Transformasi sistem pangan perlu memperhatikan keragaman pangan, mutu, keterjangkauan, serta keberlanjutan produksi pertanian.

Terlepas dari kemajuan yang signifikan, Indonesia menghadapi beban tiga kali lipat dari malnutrisi tingginya wasting dan stunting, meningkatnya tingkat overweight dan obesitas, dan tingkat kekurangan zat gizi mikro yang tinggi. Salah satu faktor penentunya adalah tidak terjangkaunya pola makan sehat.

“ Sementara pertanian domestik di Indonesia menghadapi tantangan dalam memproduksi pangan yang terdiversifikasi dalam jumlah yang cukup, impor masih terbatas. Selain itu, pilihan dan akses terhadap makanan yang terjangkau, bergizi, dan berkualitas terbatas untuk sebagian besar penduduk Indonesia,” tutur Felippa Ann Amanta, Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) lewat keterangannya, Sabtu (2/4/2022).

baca juga:

Harga pangan relatif tinggi di Indonesia dan rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk makanan adalah 56 persen dari total pengeluaran. Rumah tangga berpenghasilan rendah bahkan menghabiskan 64 persen pendapatannya untuk makanan, proporsi yang sangat tinggi.

” Konsumsi makanan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh karbohidrat dan semakin banyak makanan ultra-processed yang diproduksi dan dikonsumsi. Konsumsi buah, sayur dan makanan sumber hewani tergolong rendah. Artinya, meski orang sudah merasa kenyang, kebutuhan nutrisi yang optimal tidak terpenuhi,” terang Felippa.

Dia menambahkan bahwa kebijakan pangan dalam negeri, termasuk pembatasan impor telah berkontribusi membuat diet sehat yang tidak terjangkau. Berkurangnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 semakin mengurangi keterjangkauan mereka pada pangan yang sehat.

“Ketersediaan pangan bergizi yang terjangkau harus diprioritaskan oleh pemerintah dan swasta, terutama di masa pemulihan dari pandemi Covid-19 ini. Stimulasi diversifikasi produksi dan efisiensi rantai pasok dapat menurunkan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Christa Raeder, World Food Programme (WFP) Country Representative.

Raeder menunjukkan bahwa tidak hanya Indonesia, tetapi juga negara-negara berpenghasilan menengah dan maju lainnya menghadapi tantangan gizi yang semakin meningkat dengan masyarakat miskin yang tidak mampu membayar pola makan yang sehat.

Saskia de Pee, Chief of Analytics and Science for Food and Nutrition, WFP Headquarters menyoroti pentingnya transformasi sistem pangan dengan diversifikasi produksi buah, sayuran, dan makanan sumber hewani bagi petani kecil untuk dijual dan dikonsumsi sendiri. Kemacetan rantai pasokan perlu diatasi dan transfer perlindungan sosial harus cukup tinggi untuk secara substansial mengurangi kesenjangan keterjangkauan bagi yang termiskin.

Edukasi gizi yang mendorong konsumsi makanan sehat sebagai bagian dari gaya hidup sehat juga harus menjadi prioritas bagi seluruh siklus hidup.[]


https://akurat.co/transformasi-sistem-pangan-dibutuhkan-untuk-pacu-status-gizi-masyarakat

Partai

K / L

BUMN

NGO

Organisasi

Perusahaan

Kab/Kota

Provinsi

Negara

Topik

Agama

Brand

Club Sports

Event

Grup Musik

Hewan

Tanaman

Produk

Statement

Fasum

Transportasi